Panduan Pemula



Masih Baru dengan Website?

Temukan informasi dasar seputar dunia penyelenggaraan website.

Istilah Umum

Website atau Situs Web adalah sekumpulan materi berupa halaman informasi atau konten multimedia, yang diterbitkan oleh sebuah institusi atau perorangan di internet. Contoh website adalah Google.com, Indonesia.go.id, atau Tidarweb.com.

Domain atau Domain Name adalah label yang digunakan untuk menamai sebuah lokasi di jaringan internet. Nama domain ibarat alamat bagi sebuah website, contohnya Google.com dan Tidarweb.com.

Hosting atau Web Hosting adalah layanan yang menyediakan ruang penyimpanan beserta koneksi internet, sehingga sebuah website bisa diakses di internet. Web hosting ibarat fisik bangunan bagi website.

TLD atau Top Level Domain adalah domain di level tertinggi dalam hirarki sistem nama domain. TLD terbagi dalam gTLD (Generic TLD) dan ccTLD (Country Code TLD). gTLD adalah TLD global, contohnya .com, .net, dan .org. Adapun ccTLD adalah TLD khusus negara-negara di dunia, contohnya .id (Indonesia), .in (India), dan .uk (Inggris).

SSL atau Secure Sockets Layer adalah standar teknologi keamanan untuk membuat hubungan yang terenkripsi (tersandikan) antara server web dengan browser. Tujuannya agar data yang dikirimkan antara website dan pengaksesnya tetap bersifat pribadi dan lebih aman. Tanda sebuah website menggunakan SSL adalah adanya ikon dan digunakannya awalan https:// di awal susunan alamat website, bukan http://.

Mobile Friendly adalah teknik desain web agar halaman web bisa menyesuaikan tampilan secara otomatis dan tetap nyaman dibaca di browser piranti genggam, tanpa aplikasi tambahan.

CMS atau Content Management System adalah aplikasi untuk mengelola konten web, misalnya untuk menambah halaman, mengedit tampilan, atau menangani tugas administratif tertentu. Contohnya WordPress dan Joomla.

SEO atau Search Engine Optimization adalah upaya untuk mengoptimalkan performa halaman sebuah website di halaman hasil pencarian mesin pencari (misalnya Google), sehingga meningkatkan potensi datangnya pengunjung.

Panduan Dasar

Website ibarat sebuah rumah, toko, atau kantor di dunia maya. Website membutuhkan Nama Domain sebagai alamatnya, Web Hosting sebagai fisik bangunannya, serta Desain & Aplikasi Web sebagai isinya. Anda dapat mendesain sendiri atau membayar orang lain untuk membuat isi website. Anda perlu menyewa tempat bagi hasil desain website Anda di layanan web hosting. Anda juga perlu membeli nama domain sebagai alamat website Anda agar dapat ditemukan dan diakses pengunjung. Alternatif lain, Anda bisa memanfaatkan layanan seperti Tidarweb.com yang akan menangani semua hal tersebut di atas. Pokoknya tahu jadi, website sudah online.

Anda membutuhkan tool online untuk memeriksa ketersediaan dan informasi kepemilikan domain, yang lazim disebut Whois. Perlu dicatat, mesin pencari (misalnya Google) tidak bisa dipakai untuk memeriksa apakah sebuah nama domain sudah dimiliki orang atau belum, karena belum tentu domain tersebut diindeks mesin pencari atau dipakai pemiliknya untuk membuat website. Tidarweb menyediakan tool pemeriksa domain yang bisa diakses setelah tahap pemilihan paket layanan.

Kebutuhan kapasitas hosting tergantung pada jenis konten yang akan Anda gunakan di website. Sama seperti komputer atau ponsel, semakin banyak gambar dan file multimedia maka semakin besar ruang simpan yang diperlukan. Demikian juga penggunaan email dan database juga mempengaruhi besaran kapasitas simpan di hosting. Sebagai estimasi standar, kurang lebih sebuah halaman web ukuran filenya 100 KB. Jika Anda memiliki 10 halaman, berarti website membutuhkan sekitar 1.000 KB atau 1 MB (100 KB x 10 hlm). Jika menggunakan CMS (misalnya WordPress) maka total ukuran filenya bisa mencapai beberapa ratus MB dan akan bertambah seiring dengan jumlah halaman baru yang diterbitkan secara rutin. Untuk kelancaran, website berbasis WordPress paling tidak memerlukan kapasitas 1 GB.

Jika website Anda menyediakan formulir kontak atau membutuhkan email untuk komunikasi bisnis, penggunaan email resmi sangat disarankan. Namun jika website Anda bersifat informatif dan tidak membutuhkan kontak dengan pengunjung, penggunaan email resmi kurang diperlukan.

Jika hanya ingin menampilkan profil atau portfolio di website, Anda tidak memerlukan database (misalnya paket Tamtama kami). Materi teks dan konten multimedia cukup disematkan secara langsung di halaman web. Namun, jika website Anda menggunakan CMS tertentu atau bersifat dinamis yang membutuhkan penambahan halaman secara rutin, maka kemungkinan besar Anda membutuhkan database (misalnya paket Bintara dan paket Perwira kami).